Teknik Siaran:
1. Script Reading
Penyiar berbicara dengan
"membaca" naskah siaran (radio script) yang sudah disiapkan sendiri
atau disiapkan oleh script writer. Seorang penyiar radio itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembawa acara di televisi. Hampir semua penyampaiannya dilakukan dengan cara improvisasi.
Perhatian:
- Memahami dan menghayati isi naskah secara keseluruhan, supaya tidak asal cuap-cuap
- Gunakan tanda-tanda khusus seperti /, //, /// dan _ pada naskah
- Mengeluarkan suara (bicara) seakan 'ngobrol' atau bercerita kepada seorang teman.
- Naskah hanya sebagai contekan saja.
- Menggunakan gerakan tubuh (gesture) dan senyuman untuk mengkondisikan suasana
- Sebelum onAir, berlatih dengan mengeluarkan suara (bukan dalam hati), sekaligus melatih intonasi, aksentuasi, artikulasi dan speed
- Meletakkan naskah di tempat yang mudah dijangkau
- Jangan sampai membalik naskah saat berbicara atau jangan sampai bersambung, sehingga akan hilang fokus
- Bayangkan lawan bicara ada di depan atau di line telpon
2. Ad Libbing
Penyiar berbicara tanpa bantuan naskah
sama sekali.
Mengandalkan; spontanitas, wawasan dan
kepiawaiannya dalam berbicara di depan microphone.
Perhatikan:
- Penggunaan bahasa sederhana, bahasa sehari-hari yang umum
- Mencatat terlebih dahulu pokok-pokok penting yang akan disampaikan selama siaran agar sistematis dan sesuai waktu yang tersedia.
- Menguasai "information behind information", memahami keseluruhan informasi yang disajikan dan semua informasi yang berkaitan dengan tea semula, sehingga mencegah 'ocehan' yang out of context
- Menguasai istilah-istilah khusus (jargon) dalam bidang-bidang tertentu, sehingga pembicaraan tampak hidup, berkualitas, dan meyakinkan.
- Menguasai standarisas kata dari stasiun radio tanpa perubahan sekecil apapun; pengucapan slogan, motto stasiun radio, sapaan pendengar, terminologi musik atau lagu, frequensi, dan line telfon.
- Mencegah atau menghindari pengucapan kata-kata yang tidak wajar / melanggar asusila.
Gaya siaran radio
DJ (Disk Jockey) Style
Hanya memutar lagu dan bericara sedikit
sekali, misalnya hanya menerima telepon dari pendengar, baca SMS, mention,
status fb, path, instagram dkk, dan menyebutkan judul lagu serta penyanyinya
atau Request oriented.
PT (Personal Touch)
Style
Mengandalkan wawasan penyiar, memberikan
informasi bagi pendengar, selain memutar lagu. Disebut "Sentuhan
pribadi" karena dalam siarannya sang penyiar banyak "tebar
pesona" dengan wawasannya yang luas sehingga ia berbagi informasi dengan
para pendengarnya.
Etika Siaran:
Senyum
Suara yang keluar ketika disertai dengan
raut muka yang ceria akan terdengar berbeda dibandingkan dengan raut muka yang
datar apalagi cemberut. Di dunia penyiaran radio, senyum itu seperti kontak
mata (eye contact). Senyum bisa "mengangkat" suara dan membuat ucapan
terdengar lebih yakin dan segar, selain hangat dan akrab.
Rumus
keberhasilan siaran radio:
SUARA
- APA ISINYA- BAGAIMANA MENYAMPAIKAN
Penguasaan lain:
1. Penguasaan materi
2. Penguasaan alat siar
3. Penguasaan teknik suara
4. Penguasaan instrumen pendukung (skript
siar, list lagu)

0 komentar:
Posting Komentar