Logo:
Syarat sistem untuk instalasi-nya:
Nah, bagi yang masih suka dengan IDE lama-nya yaitu Eclipse ADT, bolehlah saya tampilkan perbandingan fitur-fiturnya, antara Android Studio dengan Eclipse ADT. Disini kelebihan Eclipse ADT adalah adanya fitur untuk develop NDK.
Perbandingan fitur dengan IDE Eclipse ADT (yang sebelumnya menjadi andalan):
source: en.wikipedia.org
Add to Cart
Android Studio ini menjadi andalan terbaru men-develop aplikasi-aplikasi di Android OS. Hebatnya lagi, IDE ini bisa digunakan untuk build aplikasi yang akan diintegrasikan di varian gadget lain seperti smartwatch, smart tv, google glass dst. Mantabkan?
Tapi untuk yang pengen nyoba perhatikan beberapa syarat minimum sistem yang dibutuhkan. Saya sudah mencoba dengan laptop lama saya; Intel Core i3, RAM 2GB, VGA onBoard bawaan, hasilnya
hadoooh....masih kurang greget. Bisa sih bisa, tapi lemot. Debug-nya lama.
hadoooh....masih kurang greget. Bisa sih bisa, tapi lemot. Debug-nya lama.
Syarat sistem untuk instalasi-nya:
Secara pribadi, saya masih setia dengan Eclipse ADT. Memang setelah secara resmi tidak disupport, ada banyak kendala. Tapi karena cuma untuk develop aplikasi-aplikasi kecil, saya merasa IDE lawas ini masih tetap oke. Cuma kalo nanti sudah punya modal upgrade, saya siap pakai Android Studio.
0 komentar:
Posting Komentar